"Daun Cakra Bumi" adalah kisah tentang persahabatan, pengkhianatan gaib, dan pencarian penebusan takdir di Desa Peraduan Singgah.
I. Petaka dan Misi Tak Terduga
Arya, pemuda desa yang tangguh, memimpin Fahri, Ketua OSIS dari kota, dan Gadis, remaja yang memiliki sahabat gaib bernama Wulan, untuk mendaki gunung mencari Daun Cakra Bumi. Daun ini adalah satu-satunya obat untuk penyakit cacar aneh yang melanda desa, yang diyakini penduduk disebabkan oleh keluarga Gadis.
Dalam perjalanan, Fahri menghadapi godaan gaib dan ilusi, yang meyakinkannya tentang pentingnya iman. Di tengah hutan, persaingan cinta antara Arya dan Fahri terhadap Gadis mulai mereda, berganti menjadi ikatan persahabatan yang kuat, terutama setelah Arya mengungkapkan kisah sedih tentang ayahnya yang meninggal karena penyakit yang sama.
II. Pengkhianatan dan Wulan yang Terungkap
Misi mereka berhasil setelah mengalahkan manifestasi Makhluk Ifrit di puncak. Namun, di malam syukuran desa, Gadis menolak dipuja dan mengungkap bahwa Wulan, sahabatnya yang merupakan penunggu pohon, adalah kunci keberhasilan. Hal ini memicu amarah penduduk dan, yang paling mengejutkan, Arya.
Di tempat tersembunyi, Arya menyerang Gadis, menuduhnya gila. Arya yang jahat dan berambisi tinggi itu ternyata ingin memperkosa Gadis. Fahri melompat menjadi penyelamat, memicu perkelahian hebat.
Wulan kemudian muncul dan mengungkapkan kebenaran pahit: Arya adalah pembunuh berantai dan pelaku di balik kematian Wulan bertahun-tahun lalu—memenggal kepalanya dan menjadikannya arwah gentayangan. Arya adalah sumber masalah gaib di desa. Dalam kemarahan dan keterkejutan, Gadis dan Fahri membunuh Arya, dan melarikan diri.
III. Pengorbanan dan Pencarian Akhir
Karena dendamnya terbalas, Wulan harus menepati janji: ia akan menghilang selamanya dalam waktu 24 jam. Gadis dan Fahri yang kini terluka (Fahri terluka di tangan) memutuskan membawa Wulan ke Jakarta untuk mencari solusi terakhir.
Di Jakarta, seorang dukun mengungkapkan syarat berat: Wulan bisa hidup utuh, tetapi Gadis harus menukarkan posisinya sebagai penjaga pohon untuk waktu tertentu. Tidak ingin ada yang berkorban sia-sia, Fahri dan Gadis menolak syarat tersebut. Mereka bergegas ke perpustakaan untuk mencari cara logis dalam buku Roh Jiwa.
Waktu terus berjalan. Dengan kebenaran tentang Arya yang tersembunyi dan keputusan pengorbanan yang harus segera dibuat, Gadis dan Fahri kini harus kembali kepada dukun itu untuk bernegosiasi, sebelum matahari terbenam dan persahabatan mereka dengan Wulan hilang selamanya.



